BLANTERWISDOM101

SENYUM, TERIMA KASIH, APA YANG BISA SAYA BANTU

8/08/2020

 


SENYUM, TERIMA KASIH, APA YANG BISA SAYA BANTU (STA)

 

3 kata sakti ini penulis dapatkan ketika magang kerja bersama dengan Dr. Ha Hosung (Pimpinan GBI JHB Salatiga). Sekitar 1 semester, penulis mendapatkan DIKLAT kepemimpinan dari beliau. Berkat yang penulis terima yaitu beasiswa 1 tahun dan banyak ilmu yang bermanfaat.

Setelah menjalani kehidupan dalam melayani masyarakat selama 10 tahun di Aceh dan 4 tahun di Semarang, barulah penulis mengerti tentang makna dari 3 kata sakti ini

Seringkali dalam kehidupan sehari hari kita terjebak mencari solusi instan dari semua permasalahan yang kita hadapi. Permasalahan secara fisik-emosi-mental-spiritual. Ego kita ingin segera mengatasi semua masalah tersebut di atas. Berdasarkan pengamatan terhadap diri sendiri, masyarakat dan klien maka sesungguhnya teori yang mengatakan bahwa “80 % penyakit berasal dari pikiran adalah benar adanya.

Buddha berkata : “pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu.” Kristus berkata :”Kerajaan Surga bukan soal makanan dan minuman tetapi tentang kebenaran, damai sejahtera dan sukacita.” “Tetapi carilah dahulu kerajaan Surga dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” Kitab suci juga mencatat bahwa kunci kerajaan Surga ada di pikiran, perkataan dan perbuatan kita.

Apa kaitannya dengan 3 kata sakti di atas? Pengalaman penulis sebagai praktisi pengobatan komplementer sejak 2006, membuktikan bahwa psikosomatis menimbulkan beragam gangguan kesehatan bahkan bisa mempengaruhi tingkat sel. Di dalam sel ada kromosom, ribosom, DNA, RNA dan lain sebagainya bahkan di dalam atom pun ada proton, neutron dan electron. Intinya adalah suatu energy yang sangat mempengaruhi sistem kesehatan holistik manusia.

Kehidupan penulis yang berasal dari latar belakang “broken home” sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan kepribadian bahkan terlambat dalam meniti karir. Setelah mendalami teknologi pikiran, barulah penulis mengerti, memahami dan menemukan solusi.

Inspirasi yang penulis dapatkan dari Sensei Aleysius Hanafiah Gondosari (praktisi 5 E) bahwa semua terapi diawali dengan senyum. Kitab suci berkata :”Hati yang gembira adalah obat.” Frasa ini mengingatkan masa lalu penulis ketika difoto sangat susah tersenyum (lack of happiness) ada suatu energy yang terkunci sehingga menghalangi potensi ke luar.

Penulis juga bukan tipe orang yang suka berbasa basi sehingga akan selalu menganalisa sebelum memutuskan layak mengucapkan terima kasih terlebih ketika merasa harus berpura pura baik mengatakan : “apa yang bisa saya bantu.” Terasa sangat aneh sekali bersikap pura pura baik.

Ternyata 3 kata sakti yaitu senyum, terima kasih dan apa yang bisa saya bantu sangat menolong penulis dan pasien ketika mengatasi psikosomatis (gangguan fisik yang disebabkan masalah psikis). Di bawah ini akan disajikan beberapa referensi yang bisa dipelajari :

1.   https://catatanringan.com/sehat-bersama-ustadz-dhanu-ustad-danu/

2.   https://www.adiwgunawan.com/articles/pre-order-buku-the-miracle-of-mindbody-medicine

3.   https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=amsal&chapter=31&verse=10

4.   https://www.bible.com/id/bible/306/PRO.17.22.TB

5.   http://www.dhammacakka.org/?channel=ceramah&mode=detailbd&id=1014

6.   https://www.kompasiana.com/bernad/551b61bc8133110a0a9de679/agama-kong-hu-cu

ketika anda sakit maka cepat cepatlah melakukan perenungan diri sebagai berikut :

1.   Apakah saya sudah belajar menerapkan tersenyum sebagai aktualisasi kebahagiaan? Ataukah banyak mengeluh, mengumpat, marah, menyebarkan kata kata negative

2.   Apakah saya sudah menerapkan terima kasih atas semua kondisi saya? Suka duka, sehat sakit, miskin kaya, lengkap kekurangan

3.   Apakah saya sudah menerapkan menolong orang lain ? ataukah saya selalu menganggap permasalahan melebihi orang lain? Saya mengunci alam bawah sadar saya sebagai orang yang paling malang diseluruh dunia.

Inti dari kesembuhan adalah ketika anda terfokus kepada orang lain yang lebih membutuhkan daripada anda terfokus kepada penyakit anda. Dalam Doa Bapa Kami disebutkan bahwa “datanglah Kerajaan Mu di bumi seperti di Surga” Frasa ini dimaknai bahwa kita harus menghadirkan Kerajaan Surga yaitu kebenaran, damai sejahtera dan sukacita. Hindari meminta Doraemon untuk menghadirkan Kerajaan Surga tetapi fokuslah kepada menghadirkan Kerajaan Surga bagi komunitas anda. Cara yang sederhana yaitu tersenyum, berterima kasih, apa yang bisa saya bantu.

Kiranya tulisan yang sangat sederhana ini menginspirasi anda untuk mengalihkan semua sakit anda kepada membantu orang lain yang lebih kesakitan secara fisik-emosi-mental-spiritual.

Marilah kita menebarkan senyum, terima kasih dan menolong orang lain dengan bertanya : “apa yang bisa saya bantu?”

 

Salam sehat bahagia

Semarang, 08.08.2020

 

Lie Byan Heng

Share This :
SEHAT BAHAGIA

complementary and alternative medicine practitioner

0 Comments