BLANTERWISDOM101

Alami & Ilmiah Saat Pandemi Covid 19

7/27/2020


ALAMI DAN ILMIAH SAAT PANDEMI COVID 19

Slogan alami dan ilmiah pertama kali saya temukan ketika melihat iklan Pepsodent Herbal yang berwarna hijau di TV. Namun sebelumnya sejak 2006 sampai sekarang saya terus up grade ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang Complementary and Alternative Medicine base on Research.
Sangat menarik sekali mengamati perilaku di MEDSOS berkaitan dengan komentar tentang COVID 19 diantaranya : seruan Lockdown (sudah bukan saran lagi tetapi paksaan dari kelompok tertentu), debat KKR mengatasi Corona, Jemaat terkena Covid 19 setelah menghadiri pertemuan agama, bahasa roh tangkal Corona, Erick-Ahok hadirkan robot Medis di RS Pertamina Jaya dan yang hebohnya Indonesia, India dan China bertahan secara ekonomi di saat Pandemi Covid 19.
Ketika saya mengamati Pandemi Covid 19 dari 5 group WA kesehatan yang saya ikuti, saya sangat selektif dalam menerima dan mempraktekkan saran kesehatan yang mereka berikan. Saya selalu crosscheck dengan riset yang ada di google, youtube bahkan kritis ketika ada kapitalisme dibalik penjualan produk tertentu dari luar negeri.
Saya sangat beruntung dengan latar belakang saya dari jurusan A2 di SMA, belajar biologi dan kimia di PT, teologi dan up date pengobatan komplementer sehingga bisa memfilter semua informasi yang tersedia di saat PANDEMI COVID 19.
Ketika Presiden Jokowi menyerukan Physical Distiction, menuai berbagai macam komentar. Ada yang memaksa Lockdown, ada yang protes karena sudah kesulitan mencari nafkah, ada yang nekat mengadakan pertemuan karena sugesti agama.
Pemerintah sebagai wakil Allah di muka bumi tentu sudah melakukan kajian secara POLEKSOSBUDHANKAMNAS. Presiden di dukung Staf Khusus dan para mentri serta adu argumentasi dengan DPR tentu berada di situasi dan kondisi yang sulit ketika menentukan Physical Disctinction.
Roma 13 : 1-8 mengajarkan kepada kita untuk patuh kepada pemerintah (pembahasan rinci bisa lihat di www.sarapanpagi.org). Patuh di sini tentu seiring dengan pengertian bahwa keputusan yang diambil pemerintah sejalan dengan Firman Allah, setidaknya ada hati nurani yang menuntun umat beragama lain (Roh Kudus, Hati Nurani dan Setan, Pdt. Stephen Tong).
Saatnya kita mengupas berbagai pendapat dan peristiwa di tengah Pandemi Covid 19.
1.   Bahasa Roh tangkal Corona
Pdt. Niko Njotorahardjo mengatakan sesuai dengan pendapat ahli bedah otak di Oral Robert University bahwa bahasa roh meningkatkan sistem immune sebesar 35-40% sehingga tidak mudah terinfeksi Covid 19.
Seperti kita ketahui bahwa Oral Robert adalah televangelis Kristen Karismatik Amerika Choctaw. Situs Oral Robert University dapat di akses https://oru.edu
Pdt. Yakub Susabda dalam buku Pastoral Konseling I dan 2 banyak mengupas tuntas tentang gejala psikologi agama termasuk bahasa roh. Ketika orang mencapai kondisi trance maka salah satu femomena karismatik adalah bahasa roh.
Perasaan plong dan damai bisa dirasakan penganut bahasa roh karena trigger di kelenjar limbic dan medulla oblongata. Dalam ranah hypnosis, hal ini termasuk kategori sugesti alam bawah sadar. Orang yang terfokus hal hal spiritual bisa mencapai alfa theta deep meditation (di ukur dengan EEG). Instruktur Hypnosis saya bapak Saiful Anam bahkan mengajarkan kurang dari 5 menit mengakses kondisi hypnosis yang bisa untuk self healing.
Banyaknya penyakit bisa disebabkan karena Psikosomatis. 80% penyakit karena pikiran. Apabila kita mensugesti dengan hal hal spiritual (bahasa roh salah satunya) maka tentu jiwa kita tenang. Ketika ada ketenangan dan suka cita tentu menaikkan level hormon Endorphine yang berperan dalam kesembuhan. Demikian juga sistem syaraf dan organ tubuh.
Saya bukanlah penganut bahasa roh karena tipe spiritual saya adalah meditasi khusyuk. Saya sering pakai Doa Bapa Kami, Doa Puja Yesus dan Komboskini untuk masuk kondisi meditasi.
Penggunaan bahasa roh yang asli boleh saja dilakukan tetapi bukanlah menjadikan kita dari berbagai tipe spiritual beralih ke bahasa roh untuk mengatasi Covid 19. 4 kategori tipe spiritual bisa dipelajari di buku Pastoral Konseling karya Pdt. Yakub Susabda.
Konteks berdoa dengan bahasa roh dengan keluhan keluhan yang tidak terucapkan tidak selalu harus Glossolalia atau Xenoglossolalia tetapi dengan kondisi meditasi Kristen pun bisa.
2.   Hasil Rapid Test Jemaat Gereja Bethel di Bandung Positif Corona
 "Pertemuan pastors meeting tanggal 3-5 Maret 2020 adalah program internal GBI Sukawarna yang sudah dijadwalkan.” Sedangkan himbauan Presiden Jokowi tentang Social Disctintion baru disampaikan setelah 5 Maret 2020. Dari klarifikasi tersebut jelas bahwa peristiwa tersebut terjadi sebelum ada himbauan dari Presiden Jokowi.
Hal ini ditegaskan BPH GBI menyerukan ibadah on line setelah ada himbauan pemerintah. Di sinilah iman berlaku yaitu mentaati pemerintah. Aku percaya maka aku mengerti, aku mengerti yang kupercayai (Santo Agustinus). Beriman kepada iman sangatlah berbeda dengan beriman kepada Kitab Suci (Pdt. Stephen Tong).



3.   Pendeta Tua Tantang Pendeta Palsu Buat KKR Kesembuhan Covid 19
saya mengenal Theologi Reformed dengan membaca buku buku Dr. Yakub Susabda, Dr. Stephen Tong, bahkan bertemu dengan Pdt. Yung Tik Yuk, Pdt. Soetjipto Subeno di Purwokerto. Sering mengikuti channel youtube bernuansa reformed.
Terakhir bertemu Pdt. Stephen Tong 3 tahun lalu ketika Perayaan Natal di Semarang yang menyinggung almarhum Pdt. Petrus Agung yang tidak jadi bangkit dari kematian.
Terkait dengan himbauan Pemerintah, saat ini pertemuan dibatasi. Terakhir saya lihat di TV bahwa 20 orang di pusat kebugaran di bubarkan paksa oleh pihak berwajib. Tentu saja KKR tidak diperbolehkan.
Klaim KKR pasti menyembuhkan sudah di kupas tuntas di buku Pastoral Konseling Dr. Yakub Susabda.
Secara keilmuan hypnosis, KKR termasuk sugesti alam bawah sadar. Adanya musik yang membawa trance dibooster dengan sugesti alam bawah sadar bisa menyembuhkan psikosomatis yang berdampak kepada kesembuhan fisik.
Iman Kristen mengajarkan bahwa kesembuhan masih ada dan sakit penyakit melatih kita untuk senantiasa bersyukur (sabda Rasul Paulus). Sembuh tidaknya sewaktu KKR tidak bisa labelisasi tingkat iman kita. Disembuhkan atau tetap ada sakit penyakit, fokus kita adalah Soli Deo Gloria dan bukan Anthropocentris.
Jaman DARING dan MEDSOS bisa kita pakai untuk memberitakan kabar baik tentang berbagai hal. Kesembuhan hanyalah bonus saja, buah Roh yang harus menjadi perhatian kita dari hari ke hari.


4.   Erik Ahok hadirkan robot medis di RS PERTAMINA JAYA
saat ini kita memasuki era 5.0, terakhir saya bertemu dengan Yuswohaddy membedah buku “Millenial Kills Everything” di Semarang tahun lalu. Bahkan China sudah siap dengan teknologi 5 G.
Abad ini adalah abad Artificial Inttelegence. Ir. Herlianto,M.Th mengatakan bahwa kita memasuki abad Pisces. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menguasai dunia (film Tommorow Never Die).
Di saat Pandemi Covid 19, kita diperintahkan mengurangi kerumunan massa. Berita di Tempo terbaca bahwa 24 dokter gugur mendarmabaktikan tugas mulia di tengah Pandemi Covid 19.
Gebrakan yang dilakukan Erik dan Ahok sangat tepat ketika menghadirkan Artificial Inttelegence berbentuk Robot Medis untuk membantu menangani pasien Covid 19.
Saya seringkali malas berdebat masalah barcode, artificial intelligence yang dikaitkan dengan Anti Kris. Tugas kita bukan memberikan ketakutan atau terintimidasi dengan ketakutan tentang teknologi artificial intelligence.
Produk yang berada di tangan kita saat ini sebagaian besar adalah HIGH TECH. Marilah kita menggunakan teknologi untuk kemuliaan Tuhan. Bahkan ketika saya upgrade Smartphone akan saya isi dengan APK Medis untuk mendeteksi penyakit.
5.   China, India, Indonesia masih positif
Kita bersyukur bahwa Indonesia terkenal dengan Zamrud Khatulistiwa, negara kepulauan, semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Adaya isu SARA mudah sekali di goreng meskipun di tengah Pandemi Covid 19. Saya baca komentar nyinyir Nitizen bahwa Menteri Sri Mulyani tambah hutang. Kalau mengikuti komentar Nitizen memang terasa penonton lebih pintar dari pada pemain. Ketika mereka ditantang menduduki posisi menteri keuangan pasti diam seribu bahasa.
Tanggung jawab iman Kristen adalah mendoakan dan aksi sesuai dengan kapasitas kita.
Kita tidak perlu memperparah bangsa kita dengan menimbun dollar karena Amerika pun minta bantuan RRC dan Rusia untuk mengatasi Pandemi Covid 19.
Apabila keuangan kita mampu berinvestasi untuk membantu pemerintah maka bantulah sesuai dengan kondisi keuangan kita.
Kurangi kritik dan perbanyaklah aksi yang positif lebih mendorong peningkatan aura positif kita yang mempengaruhi fisik, emosi, mental dan spiritual kita ke arah yang lebih baik.
Salam Sehat Bahagia

Sigit Cahyono





Share This :
SEHAT BAHAGIA

complementary and alternative medicine practitioner

0 Comments