BLANTERWISDOM101

MENCEGAH SANTET DAN MENANGGULANGI AKIBATNYA DENGAN ORHIBA (Olah Raga Hidup Baru)

11/01/2019


OLEH :
SITA SUDJONO
YAYASAN ORHIBA PUSAT
JAKARTA

DISAJIKAN DALAM SARASEHAN METAFISIKA STUDY CLUB


TGL. 8 AGUSTUS  2004, DI KEBAYORAN HOTEL, JAKARTA
 
Diketahui secara umum bahwa hamper di seluruh penjuru tanah air m asih banyak terdapat praktekt-praktek oleh ahli tenung, ahli teluh atau dukun santet yang melakukan tindakan tak terpuji, menggunakan ilmu hitam, mencelakakan orang atas kehendaknya sendiri atau atas pesanan pihak tertentu.
Biasanya, mengatasi gangguan santet dan penyembuhan korban dilakukan oleh dukun lain, orang pintar, atau paranormal yang mampu mencabut dan menetralisir energi negative, teluh, atau guna-guna; tetapi bisa juga oleh seorang guru ngaji yang menyembuhkan dengan doa-doa serta ritual khusus.
Di Yogyakarta, seorang dosen, yaitu Ir. Bambang Gumono Sastrowardoyo berhasil menciptakan suatu alat elektronika disebut KLASINDO EXORCIST yang jika dipasang di dalam rumah, akan berfungsi menangkal dan mencegah masuknya energi negative sehingga penghuni rumah akan aman dari kiriman energi santet maupun mahkluk halus yang tidak bersahabat dan sering mengganggu manusia.
Disamping itu, bila memiliki pekarangan yang cukup luas, dapat ditanam tumbuh-tumbuhan yang beraura dingin antara lain daun kelor, pacar air, bambu kuning dll (Baca makalah Ir.Bambang Gumono Sastrowardoyo yang disajikan dalam sarasehan Metafisika Study Club di Jakarta tgl 8 Agustus 2004)
Seorang paranormal, bapak Bernadus Banuarli yang mendalami ilmu kebatinan, dalam sarasehan Metafisika Study Clu tgl 8 Agustus 2004 itu, mengaku bahwa setelah melalui latihan-latihan yang berat, beliau mampu menggunakan indra ke-enamnya untuk berkomunikasi dengan makhluk halus, dan juga memperoleh keahlian dalam bidang lain seperti mengobati orang yang kerasukan(kesurupan roh halus), mengobati orang yang terkena santet, tenung, teluh ataupun guna-guna, disamping dapat memindahkan atau mengusir makhluk halus dari rumah, kantor atau  tempat-tempat angker, member pengawalan gaib dan sebagainya (Baca makalah Bernadus Banuarli) yang disajikan dalam sarasehan MSC tgl 8 Agustus 2004 di Jakarta)
Pada umumnya orang yang mudah atau rentan terhadap gangguan makhluk halus, kerasukan roh dan menjadi korban santet, serta gampang kena guna-guna aalah manusia yang fisiknya lemah dan imannya kurang kuat.
Untuk dapat memiliki alat elektronik yang canggih semacam KLASINDO EXORCIST tentu memerlukan biaya besar, sedangkan kalau menanam pohon atau tanaman yang diyakini dapat menjauhkan energy negatif tentu harus ada  pekarangan yang cukup luas di sekitar rumah, tetapi bagaimana kalau halaman rumahnya sempit?
Mungkin cara yang paling sering ditempuh oleh orang-orang atau keluarga dari korban yang kena serangan santet, teluh atau guna-guna adalah meminta jasa seorang paranormal, ahli kebatinan atau dukun seperti bapak Bernadus Banuarli yang disebut di atas. Namun dapat dimengerti pula jika kebanyakan golongan intelek atau rasional enggan atau alergi untuk menghubungi seorang dukun atau paranormal untuk mengatasi masalahnya.
Dalam hal ini, Yayasan ORHIBA menawarkan suatu cara yang mudah, sederhana, praktis dan murah, bagi siapa pun yang ingin terhindar dan mencegah serangan energi negatif, juga gangguan makhluk halus, yaitu dengan melakukan ORHIBA (OLAH RAGA HIDUP BARU)
ORHIBA adalah olah raga yang sangat gampang, dapat dilakukan oleh siapa saja, oleh anak kecil, dewasa maupun  orang tua. Praktis karena hanya terdiri dari satu gerakan saja, yaitu memutar lengan ke belakang sambil menegangkan seluruh otot-otot tubuh,  Tiap kali latihan memakan waktu tidak lebih 5-10 menit.  Asal dilakukan dengan tertib dan teratur setiap hari, latihan ORHIBA akan dapat meningkatkan taraf kesehatan jasmani, menambah daya tahan tubuh dan menghilangkan berbagai gangguan kesehatan.
Dalam waktu lebih dari 40 tahun, telah diperoleh pengalaman empiris dimana orang-orang yang menderita berbagai gangguan seperti sakit paru-paru, asma, ginjal, lambung, darah rendah,  tinggi, jantung, stroke, sakit gual, tumor, kanker, exceem, bahkan epilepsy dan lain-lain, menjadi sehat kembali setelah dengan rajin melakukan latihan ORHIBA selama beberapa bulan.
Seorang wanita di Jogya mendatangi pelatih ORHIBA karena mengidap  kanker di payudara. Menurut dokter ia harus segera dioperasi. Wanita ini enggan di operasi, Karena kuatir tubuhnya menjadi cacat, maka ia ingin mencari cara lain untuk mendapatkan kesembuhan. Akhirnya ia tekun melakukan ORHIBA, 5 x sehari selama 6 bulan, dan ternyata benjolan di payudara yang tadinya sebesar bola tenis, berangsur mengecil dan akhirnya hilang sama sekali.
Seorang pejabat di instansi pemerintah yang sudah lama harus mengkonsumsi macam-macam obat karena darah tinggi, sakit diabetes dan  gangguan jantung, setelah berlatih ORHIBA 3 x sehari secara intensif selama 4 bulan, dokternya menyatakan ia tidak perlu lagi meminum obat karena sudah sehat.
Seorang nelayan yang mengalami stroke dan lumpuh separuh badan dan sudah berobat ke dokter, orang pinter maupun dukun tapi tidak juga sembuh, akhirnya ikut latihan di Pusat Latihan ORHIBA, UBUD. Setelah 6 bun berlatih ia sembuh sama sekali dari gangguan kesehatannya, dan kini mampu mencari ikan lagi di laut.
Walaupun tujuan utama ORHIBA adalah untuk mengembalikan hak hidup asal badan manusia, dan untuk mencapai taraf kesehatan yang memuaskan, namun orang-orang yang tekun melakukan olahraga ini setiap hari akan dapat juga terhindar dari serangan santet dan akan dapat mengatasi gangguan santet yang dideritanya.
Hal ini dimungkinkan karena setiap kali melakukan ORHIBA, badan menyerap tenaga alam yang menguatkan badan daging. Badan menerima energi kuat dengan getaran yang tinggi frekuensinya. Energi ini meliputi badan dan membentuk perisai sehingga badan jasmani dapat menangkal gangguan-gangguan atau serangan dari luar tubuh.
Perbedaan yang besar dan sangat berarti sebelum dan sesudah latihan ORHIBA telah dibuktikan, dapat terlihat sebelum dan sesudah latihan ORHIBA telah dibuktikan, dapat terlihat melalui alat rekam computer AURA VIDEO. Suatu uji coba dilakukan oleh seorang yang penasaran dan ingin tahu benarkah latihan ORHIBA akan meningkatkan energi tubuh, dengan cara merekam muatan energi tubuhnya sebelum dan sesudah melakukan ORHIBA.
Pertama kali direkam oleh alat AURA VIDEO, terlihat bahwa energinya sedikit terkuras sehingga muatan energinya rendah. Diperkirakan ini adalah karena saat itu ia baru melakukan perjalanan naik kendaraan yang kurang nyaman selama 1 1/2 jam dan baru makan siang. Setelah melakukan latihan ORHIBA selama 10 menit dan direkam lagi, ternyata rekaman menunjukkan peningkatan energi yang tinggi dan sangat besar !!
Beberapa Kesaksian dari Korban Gangguan Santet
Seorang wanita bernama Ni Made Witi (+ 35 tahun) tinggal di Desa Patemin, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, mengkisahkan bahwa antara tahun 1986-1987 ia mengalami rasa sakit di seluruh tubuh terutama di kepala. Setelah melakukan ORHIBA selama 1 bulan, dari badannya keluar potongan bambu kecil-kecil (semat) dan benang 3 warna yang biasa dipakai untuk merangkai janur. Setelah itu sakitnya hilang.
Tahun 1999 ia mengalami sakit lagi, dimana seluruh tubuhnya seperti ditusuk-tusuk. Setelah latihan ORHIBA-nya ditingkatkan, lebih tekun dan lebih sering, keluarlah 4 potongan jarum dari mulutnya. Setelah itu ia sembuh, badan tidak lagi merasa ditusuk-tusuk.
Ni Eka Sari (+ 35 tahun), seorang penari dari Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali, mempunyai pengalaman ketika masih berumur 14 tahun (1982). Pada suatu malam setelah menari tari topeng yang dianggap sacral oleh masyarakat desa tsb. Hilang tenaga dan lumpuh separuh badan. Ketika diajak berlatih ORHIBA, dari lutut kirinya keluar potongan-potongan bamboo 4 cm disertai pendarahan. Setelah berlatih ORHIBA semampunya, sakitnya hilang seketika dan tenaganya pulih kembali.
Dalam Koran Berita Minggu bulan Januari 1997, dimuat pengalaman yang tak terlupakan dari seorang guru SD bernama Ketut Lasia tinggal di desa Mumbai, Kabupaten Bandung, Bali. Ia rajin melakukan ORHIBA, kadang-kadang 7-10 kali sehari dengan tujuan supaya selalu sehat. Tetangga dan teman-temannnya yang kurang sehat dan melihat dia tak pernah sakit minta agar disembuhkan, tetapi selalu ditolaknya karena ia tak tahu bagaimana caranya mengobati orang lain. Tetapi karena didesak terus, maka warga desanya diajak berlatih ORHIBA sampai jadi sehat semua.
Pada suatu hari ia merasa sakit sekali perutnya. Setelah ke WC keluarlah dari perutnya gumpalan rambut sebesar bola tennis. Ketut Lansia akhirnya sadar bahwa karena ia rajin melatih orang sampai yang dilatih menjadi sehat dan segar semua, maka dukun santet di desanya yang sering membikin orang jadi sakit, marah kepadanya lalu membuatnya sakit. Ketut Lansia sangat bersyukur karena masih dilindungi oleh Tuhan dan makin yakin bahwa ia telah sembuh dari akibat serangan dukun santet berkat latihan ORHIBA.
Kita juga sering mendengar atau membaca di koran-koran tentang kasus-kasus dimana sekelompok anak sekolah atau pekerja pabrik tiba-tiba kesurupan atau kemasukan roh halus secara bersamaan. Roh halus atau arwah yang gentanyangan sering memasuki manusia yang badannya lemah dan imannya kurang kuat, Hal seperti itu bisa dicegah dan dielakkan seandainya mereka itu  melakukan latihan ORHIBA dengan teratur untuk menguatkan badan jasmaninya.
Cara melakukan latihan ORHIBA
A.     Tahap persiapan
  1. Berdiri tegak tanpa alas kaki, tumit rapat. Pusatkan pikiran dan hubungkan diri dengan SANG PENCIPTA Perhatikan dan lihat badan sendiri, bayangkan daging di bawah kulit. Sadarilah bahwa badan daging adalah ciptaan yang HIDUP (mikrokosmos). Timbulkan rasa kasih kepada badan sendiri.
  2. Sentuhlah (raba) seluruh badan mulai dari lengan kanan, lengan kiri, dada, perut, lutut, kaki, betis, naik ke bagian belakang paha, pinggul, punggung, pundak, leher, kepala dan muka. Waktu meraba muka bayangkan wajah sendiri.
  3. Tegakkan badan, busungkan rongga dada, tarik otot-otot perut ke dalam dan kuatkan otot-otot perut bagian bawah. Pusatkan kekuatan di pusat dada lalu timbulkan hasrat untuk melakukan Olah Raga HIDUP, menarik tenaga alam supaya badan daging menjadi sehat, kuat, dan HIDUP, bebas dari segala gangguan fisik maupun mental.

B.    Tahap gerakan
  • Dalam SIKAP HIDUP seperti di atas, bentangkan lengan lalu putar kedua lengan ke belakang membuat lingkaran sebesar mungkin. Di saat lengan bergerak ke atas kuatkan otot-otot perut bagian bawah sehingga tumit terangkat sedikit (2 cm), ketika lengan menurun kuatkan otot-otot punggung hingga tumit menyentuh lantai. Selama latihan bibir terbuka sedikit dan mata menatap langit biru, alam semesta sumber tenaga alam, KUASA HIDUP (makrokosmos)
  • Lakukan putaran lengan secara terus  menerus hingga 200 kali atau lebih. (Pemula hendaknya mulai dengan 25-50 putaran atau sesuai kemampuan). Setelah cukup menganyun lengan, hentikan putaran lengan. Biarkan otot-otot tubuh tetap tegang selama beberapa detik. Lepaskan ketegangan badan, kembali berdiri dan bernapas seperti biasa.

C.    Tahap penutupan
Sentuh dan raba-raba sekali lagi badan yang telah diolahragakan sambil bersyukur ke hadirat Sang Pencipta.
Berharaplah semoga tubuh tetap sehat, kuat dan HIDUP.
Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam waktu singkat, disarankan untuk melakukan ORHIBA 3-5 kali sehari. Jika telah mampu melakukan 200 kali putaran lengan, jumlah putaran lengan jangan dikurangi lagi. Latihan dapat diulang dengan jarak waktu minimum 30 menit.
Hanya dengan gerakan-gerakan tunggal yang mudah dan sederhana itu, setiap orang dapat mempertahankan kebugaran dan meningkatkan kesehatannya, menambah daya tahan tubuh, bebas dari segala gangguan kesehatan dan serangan santet.
Ketarangan lebih lanjut dan brosur dapat diperolah dari alamat
Yayasan ORHIBA PUSAT, Jakarta-Jl.Tebet Timur 4 E/1 Jakarta, telpon 021-8301818 dan Sekretariat : Kotak Pos 38, Ciawi. Bogor 16720. Telpon 0251-7164363, 0858 8813 3798

Penulis adalah Praktisi ORHIBA berdomisili di Semarang, pernah bertugas di Aceh selama 10 tahun. wa 0878 2441 7073
Share This :
SEHAT BAHAGIA

complementary and alternative medicine practitioner

0 Comments